.

DAFTAR ISI

.

PERKEMBANGAN MANAGEMENT MUTU DI DUNIA

Pada bulan September 2005 yang lalu, telah diselenggarakan International Conference on Quality 2005 di Tokyo, Jepang. Acara tersebut diadakan secara bergantian, yaitu oleh Amerika, Jepang, dan Eropa.

Pada ICQ’05 tersebut, telah tampil beberapa pembicara yang merupakan tokoh terkenal di dunia mutu.  Mereka antara lain A. Feigenbaum, Noriaki Kano, Yoshio Kondo, James Harrington.

Aditya Nugroho, CEO AIMS Consultants juga menjadi pembicara, dengan menampilkan makalah yang berjudul Holistic Performance Excellence.  Sesi yang ditampilkan oleh Aditya mendapat sambutan yang cukup besar, karena memberikan perspektif baru bagi penerapan manajemen mutu, termasuk TQM dan MBNQA model.

Konferensi yang diikuti oleh sekitar 1200 peserta tersebut menampilkan perkembangan manajemen mutu di dunia.  Hal ini terlihat dari materi yang dibawakan oleh pembicara dari berbagai belahan dunia, seperti USA, Jepang, Inggris, Jerman, Swedia, Italia, Australia.

Perkembangan manajemen mutu sudah mulai bergeser dari penerapan yang bersifat fragmentasi menjadi pendekatan menyeluruh di dalam organisasi.

Sistem manajemen seperti ISO 9001, atau inisiatif lain seperti GKM, tetap perlu diterapkan, namun hanya merupakan bagian dari strategi besar organisasi.

Organisasi yang ingin unggul tidak dapat hanya mengandalkan sistem manajemen atau inisiatif tertentu. Mereka harus membentuk model yang sesuai    dengan visi dan misi   organisasi nya.

 

.

 

Konsep perbaikan di dalam organisasi harus dikelola secara efektif untuk menjawab per ubahan di dalam business eco system yang dihadapi oleh   organisasi tersebut.

Perkembangan Manajemen Mutu di Dunia secara lebih lengkap akan dibahas dalam Seminar yang akan diselenggarakan oleh Indonesian Quality Society.

Saat ini ISO sedang membahas standar tentang Social Responsibility yang diberi nomor ISO 26000.
Standar ini berisi panduan bagi organisasi untuk penerapan Tanggung Jawab Sosial (Social Responsibility).

ISO 26000 menjawab kebutuhan masyarakat yang tidak hanya menuntut produk yang bagus, tetapi juga praktek organisasi yang bertanggung jawab.  Standar ini disusun berangkat dari pemikiran bahwa  organisasi bertanggung jawab untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Standar ini tidak dimaksudkan sebagai standar yang disertifikasi (conformity standard ), namun lebih bersifat panduan bagi organisasi yang berminat untuk menerapkannya.  Meskipun demikian, diperkirakan bahwa beberapa kalangan akan menggunakan panduan ini untuk menilai tanggung jawab sosial suatu organisasi.  Dengan demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa akan ada lembaga tertentu yang menawarkan jasa sertifikasinya.  Diharapkan standar ini terbit tahun 2008.  

Badan Standardisasi Nasional telah membentuk mirror committee untuk ikut dalam pembahasan standar ini. Pertemuan di Bangkok pada bulan September yang lalu juga diikuti oleh BSN.

 

.

 

 

         

Home | Books | Discussion Forum | Our Values | Our Approach | Our Resources | [Business Solutions | Quality & Productivity | Safety & Environment | Human Resources | IT & Research | Public Training | Inhouse Training | Training Schedules | Events | Articles | AIMS News | New Product | Our Clients | Clients Impression | Our Office | Inquiries