.

DAFTAR ISI

FOCUS :

  • Quality First

INSIGHT :

INFOPLUS :

INFOFLASH :

SIX SIGMA SIGHT :

EVENT :

.

QUALITY FIRST ?

Mengapa kini mutu dianggap penting?
Mutu baru ramai dibicarakan sekitar dua dasawarsa terakhir ini. Sebelumnya, sejak era Revolusi Industri sampai pada akhir 1970an, para manajer di banyak organisasi lebih memfokuskan diri pada kuantitas produksi, aspek pemasaran, jumlah penjualan dan laba di akhir tahun ketimbang penciptaan mutu. Sebab utamanya adalah banyak perusahaan di Amerika Serikat, tempat dimana berbagai "tren" yang terjadi dalam perusahaan biasanya bermula, hanya bertumpu pada pentingnya profit atau Return of Investment (ROI). Akhirnya pada masa itu para praktisi bisnis di banyak negara lain juga menitikberatkan pencapaian kinerjanya hanya pada ROI.

Lalu bagaimana dengan tren saat ini? Segala kegiatan yang dilakukan semua perusahaan saat ini ditujukan untuk memenuhi persyaratan pelanggan untuk mencapai kepuasan pelanggan. Persyaratan pelanggan selalu terkait dengan mutu, oleh karena itu penciptaan mutu juga selalu menjadi tujuan utama seluruh kegiatan perusahaan masa kini.

Hal yang senada juga dikatakan oleh Dean & Evans dalam " Total Quality " (1994), organisasi masa kini memang mengutamakan kepuasan customer di atas segalanya. Konsep mutu menurut Dean & Evans adalah " meeting or exceeding customer expectations ". Karena itu makna mutu bukanlah semata-mata menghasilkan barang dengan mutu yang baik, tetapi lebih jauh dari itu, yaitu bagaimana customer menerima barang yang bermutu itu dengan perasaan puas dan senang.

Seiring berjalannya waktu, kebanyakan perusahaan tidak lagi hanya berkompetisi dalam lingkup regional, melainkan global. Konsekuensinya, persaingan dalam memenangkan loyalitas pelanggan menjadi semakin ketat. Dalam kondisi persaingan yang semakin ketat itulah, para customer kemudian menjadi semakin kritis dan persyaratan mutu yang mereka ajukan pun menjadi semakin kompleks. Hanya produk yang bermutu tinggi yang akan menjadi pilihan mereka.

Kondisi persaingan seperti yang disebutkan tadi memacu peningkatan pemahaman kalangan industri terhadap pentingnya penciptaan mutu. Pada awalnya mutu hanya dianggap penting sebatas ruang kontrol produksi. Sebaliknya yang terjadi saat ini adalah pemahaman mengenai mutu tidak lagi hanya berkisar pada penilaian terhadap produk, tapi juga pelayanan, delivery time dan harga. Bahkan mutu bagi perusahaan masa kini juga berarti usaha untuk meningkatkan kinerja secara terus menerus.

 

.

Untuk mewujudkan kepuasan pelanggan, setiap aspek yang ada di dalam perusahaan harus dilibatkan, mulai dari aspek rancangan produk, operasional, SDM, finansial, pemasaran, hingga hubungan dengan rekan bisnis, baik yang nyaris tidak bersentuhan dengan dunia luar sampai yang sehari-harinya harus berhadapan dengan pelanggan.

Penekanan secara lebih mendalam pada masalah mutu menuntut perusahaan untuk meningkatkan kompetensi SDMnya, oleh karena itu pengadaan pelatihan menjadi kebutuhan yang harus diprioritaskan. Memberikan pelatihan kepada setiap karyawan dalam organisasi anda adalah suatu bentuk investasi, yang tidak dapat diperkirakan kapan dapat kembali modal. Namun, dapatkah anda bayangkan, seberapa banyak customer anda yang berpaling ke organisasi lain, jika karyawan anda tidak terlatih untuk melakukan sesuatu yang paling sederhana sekalipun, demi memuaskan pelanggan.

Dari berbagai fenomena yang ada, karakteristik umum yang dapat diidentifikasi dari usaha untuk meraih mutu secara menyeluruh adalah :

  • Organisasi anda harus berfokus pada kepentingan customer
  • Dibutuhkan perencanaan dan kepemimpinan yang matang yang dapat mengarahkan organisasi pada suatu bentuk mutu yang diinginkan
  • Usaha terus menerus untuk menciptakan hasil yang jauh lebih baik
  • Kerjasama yang kompak ( teamwork ), baik secara internal organisasi maupun dengan pihak-pihak di luar organisasi

Jika anda dihadapkan pada situasi sehari-hari yang berhubungan dengan mutu, penerapannya bisa jadi tidaklah sederhana, oleh karena itu dibutuhkan komitmen dari setiap lini dalam perusahaan untuk menghasilkan mutu yang diharapkan. Anda juga tidak boleh lengah jika perusahaan lain memiliki mutu yang lebih baik daripada perusahaan anda.

Pada akhirnya jika anda berhasil menciptakan mutu terbaik, anda akan merasakan saat yang membanggakan. Yaitu ketika nama produk atau organisasi anda disebut-sebut dengan perasaan puas oleh mereka yang menjadi customer anda. People have the say , demikian kata orang bijak. Pada saat itu jelas pula bagi anda bahwa customer adalah "hakim" yang dapat menilai bermutu atau tidaknya organisasi anda - berikut produk atau jasa yang anda hasilkan. (OK)

 

.

 

 

         

Home | Books | Discussion Forum | Our Values | Our Approach | Our Resources | [Business Solutions | Quality & Productivity | Safety & Environment | Human Resources | IT & Research | Public Training | Inhouse Training | Training Schedules | Events | Articles | AIMS News | New Product | Our Clients | Clients Impression | Our Office | Inquiries