.

DAFTAR ISI

FOCUS :

INSIGHT :

INFOPLUS :

  • Dimensi Mutu Pada Organisasi
  • Do's & Don'ts untuk Quality Fuction Deployment (QFD) Manager

INFOFLASH :

SIX SIGMA SIGHT :

EVENT :

.
DIMENSI MUTU PADA ORGANISASI

Apakah organisasi anda termasuk sebagai organisasi di bidang manufaktur atau jasa?

Dibawah ini adalah dimensi mutu yang membedakan kedua jenis organisasi tersebut, agar anda dapat mengenali beberapa aspek yang berpengaruh dalam peningkatan mutu yang dibutuhkan oleh organisasi masa kini.

DIMENSI MUTU PADA ORGANISASI MANUFAKTUR

Performance : Karakteristik utama yang terlihat dari bagaimana suatu produk bekerja atau berfungsi.

Features : Ciri-ciri "fisik" dari produk yang dihasilkan oleh organisasi anda

Reliability : Tingkat kemungkinan bagi suatu produk untuk bertahan dalam jangka waktu tertentu di bawah kondisi tertentu.

Conformance : Derajat dimana suatu karakteristik suatu produk, baik dari sudut fisik maupun cara kerjanya, sesuai dengan standar yang sudah ada.

Durability : Jangka waktu suatu produk dapat digunakan sebelum kerusakan atau penggantian harus dilakukan.

Serviceability : Kemungkinan bagi customer untuk melakukan perbaikan pada produk yang dibelinya secara cepat dan mudah.

Aesthetics : Segala ciri suatu produk yang dapat ditangkap oleh panca indera.

Perceived quality : Penilaian subjektif terhadap suatu produk berdasarkan citra, penampilan iklan atau nama mereknya.

DIMENSI MUTU PADA ORGANISASI JASA

Time : Seberapa lama customer anda harus menunggu layanan jasa Anda

Timeliness : Apakah layanan jasa anda dapat diberikan sesuai janji?

Completeness : Apakah semua bagian atau item dari jasa anda, dapat diberikan pada Customer anda?

Courtesy : Apakah karyawan yang berada di "garis depan" menyapa dan melayani customer anda dengan ramah dan menyenangkan?

Consistency : Apakah layanan jasa anda selalu dilakukan dengan cara yang sama untuk semua customer ?

Accessbility and convenience : Apakah layanan jasa anda mudah dijangkau dan dinikmati?

Responsiveness : Apakah karyawan anda selalu tanggap dan dapat memecahkan masalah yang tidak terduga?

(OK, Sumber : Majemen Manusia-2000)

 

.

Do's & Don'ts untuk Quality Fuction Deployment (QFD) Manager

Keinginan dan kebutuhan pelanggan merupakan faktor penting yang harus dipertimbangkan dalam menciptakan produk/jasa yang bermutu. Penerapan QFD dapat membantu perusahaan mentransformasikan apa yang diinginkan/dibutuhkan pelanggan ke dalam usaha pengembangan produk/jasanya. QFD mampu memberi kontribusi signifikan kepada perusahaan dalam pencapaian loyalitas pelanggan.

QFD merupakan aktivitas yang membutuhkan keterlibatan beberapa orang dalam sebuah kordinasi. Agar lebih efektif, QFD membutuhkan seorang manager dalam pelaksanaannya. Manager tersebut dibantu oleh sebuah tim yang beranggotakan individu-individu yang memiliki job function yang berkaitan erat dengan suksesnya pengembangan proyek, seperti marketing manager atau development manager . Siapapun yang menjadi manager, dia harus bertanggung jawab terhadap suksesnya aktivitas QFD secara profesional seperti juga ketika dia melaksanakan pekerjaannya sendiri atau proyek yang lain.

Berikut adalah beberapa yang harus dilakukan ( do's ) dan yang tidak boleh dilakukan ( don'ts ) oleh QFD manager.

Do :

  • Memastikan anda dan tim memahami dan menyetujui manfaat dari aktivitas Quality Function Deployment
  • Menentukan orang -orang yang dibutuhkan dalam penerapan QFD dan memastikan mereka yang terpilih mengetahui kapan dan berapa lama mereka dibutuhkan dalam hal penerapan/proyek QFD tersebut.
  • Membuat jadwal untuk setiap fase/tahap dalam penerapan QFD.
  • Menghasilkan kemajuan dari aktivitas QFD dan secara berkesinambungan mencari strategi agar penerapan tetap sesuai jadwal.
  • Menciptakan mekanisme untuk membantu orang-orang dalam perusahaan yang tidak termasuk dalam tim QFD tetap mengetahui informasi terkini tentang penerapan QFD. Menjamin bahwa perhatian dan gagasan mereka terwakili oleh para anggota tim QFD
  • Menjamin bahwa para anggota Tim QFD telah memahami pengetahuan tentang proyek QFD dan rencana pengembangan proyek tersebut secara menyeluruh.
  • Menggunakan waktu antara pertemuan untuk QFD Project Review dan pertemuan selanjutnya dengan menugaskan para anggota tim untuk melakukan pengumpulan data dan berbagai macam riset lainnya.

Don'ts :

  • Mengarahkan proyek QFD kepada sebuah kesimpulan awal (yang diambil sebelum penerapan QFD berlangsung). Bila memang anda bermaksud untuk melakukan hal tersebut, maka lebih baik dari awal anda memang sudah mengumumkan kesimpulan tadi dan melewatkan pelaksanaan proyek QFD.
  • Berasumsi bahwa semua orang sudah mengetahui apa yang akan mereka lakukan. Jelaskan apa yang akan terjadi dalam penerapan pada awal, saat dan sebelum sebelum pertemuan.
  • Mengizinkan tim QFD untuk membuat keputusan tanpa menggunakan data. Data digunakan agar para anggota dapat memperhitungkan resiko yang mungkin mereka hadapi dalam mengambil keputusan. Keputusan yang diambil berdasarkan data dapat mengurangi resiko yang mungkin terjadi.

(IS, sumber : How to Make QFD for You - Lou Cohen)

 

 

.

 

 

         

Home | Books | Discussion Forum | Our Values | Our Approach | Our Resources | [Business Solutions | Quality & Productivity | Safety & Environment | Human Resources | IT & Research | Public Training | Inhouse Training | Training Schedules | Events | Articles | AIMS News | New Product | Our Clients | Clients Impression | Our Office | Inquiries