Perilaku
Penunjang Penerapan Teknologi Informasi
Penerapan Teknologi
Informasi sedang banyak dilakukan oleh para praktisi bisnis. Efisiensi
waktu dan biaya menyebabkan setiap praktisi bisnis merasa perlu
menerapkan TI dalam lingkungan kerja, apalagi bila mereka ingin
perusahaannya menjadi Customer Focus Organization.
Begitu aktifnya
praktisi bisnis membicarakan Teknologi Informasi, namun nyatanya
masih banyak perusahaan yang belum dapat menerapkan Teknologi Informasi
dengan benar. Oleh karenanya manfaat dari TI itu sendiripun belum
dapat sepenuhnya dinikmati. Sangat memprihatinkan, karena kita berada
di tengah dunia bisnis yang sudah semakin mengglobal dimana teknologi
informasi pun sudah menjadi perangkat penting dalam menjalankan
bisnis.
Faktor utama
penghambat penerapan TI sendiri ternyata adalah perilaku sumber
daya manusia. Meninggalkan perilaku lama memang bukan pekerjaan
mudah. Telah membudayanya perilaku lama dalam kehidupan, membuat
kita terbiasa dan tidak sadar bahwa ternyata kita masih memiliki
perilaku yang menghambat perubahan. Buntut-buntut ketidaksadaran
itu adalah selalu tersendatnya usaha kita untuk maju.
Misalnya saja
sikap kita yang meragukan sebuah perubahan atau pembaruan. Keraguan
terhadap sesuatu yang baru membuat kita tidak bisa menyikapinya
dengan positif. Kita lebih sering terkejut bila menemui sesuatu
yang baru, bukan sebaliknya, yaitu cepat, tanggap dan sigap untuk
mengikutinya. Bila ini terjadi secara terus menerus maka kita akan
ketinggalan start dan tertinggal jauh dari pesaing kita.
Penerapan TI
dalam lingkungan kerja menyebabkan perubahan pada kebiasaan/ cara
kerja kita. Misalnya penerapan Entreprise Resources Planning (ERP)
dalam perusahaan Anda. ERP adalah salah satu aplikasi perangkat
lunak yang mencakup sistem manajemen di dalam perusahaan. Cara kerja
lama yang kebanyakan dilakukan secara manual, dengan penerapan ERP,
berubah menjadi serba otomatis melalui komputerisasi proses kerja.
Perubahan yang harus dihadapi perusahaan dalam menerapkan TI tidak
akan berhasil baik bila setiap komponen yang berada dalam perusahaan
tidak berusaha untuk belajar mengadaptasi perubahan itu.
Hal yang paling
ampuh agar kita selalu cepat dan tanggap menyikapi perubahan adalah
dengan belajar. Melalui proses pembelajaran, kita menjadi tahu apa
yang sebelumnya tidak kita tahu, memahami apa yang sebelumnya tidak
kita pahami, dan akhirnya menerima apa yang tadinya tidak kita terima.
Bila kita sudah mengkondisikan diri kita untuk belajar, maka kita
akan selalu siap menerima hal baru. Alangkah baiknya bila semua
karyawan menyadari pentingnya belajar dan melakukannya secara mandiri.
Kami setuju
dengan pernyataan belajar adalah kunci sukses sebuah perubahan.
Mewujudkan kemandirian dalam hal belajar memang sulit bagi perusahaan.
Hal inilah yang menjadi penyebab mengapa penerapan TI di banyak
perusahaan mengalami banyak hambatan. Menumbuhkan kebiasaan belajar
merupakan pekerjaan rumah bagi siapapun dalam perusahaan yang ingin
menerapkan TI.
Dalam mempelajari
cara kerja yang baru, karyawan harus melaksanakannya secara terus
menerus dan langsung menerapkannya (learning by doing). Karyawan
harus selalu mengkondisikan dirinya dalam keadaan belajar.
Meningkatkan
minat belajar secara mandiri membantu pelaksanaan penerapan TI dalam
perusahaan. Perusahaan yang memiliki kemampuan belajar dan mengubah
apa yang dipelajari menjadi langkah perbaikan secara cepat dan terus
menerus akan mampu menjadi pemimpin dalam kompetisi global. Cara
berpikir yang terbuka dan positif terhadap perubahan, serta berorientasi
ke depan membantu perusahaan untuk menjadi yang terdepan dan unggul.
Kesimpulannya,
bagi praktisi bisnis yang ingin menerapkan teknologi (tidak hanya
terbatas pada TI), Anda harus selalu mengimbangi perkembangan teknologi
dengan pembangunan mental sdm. Misalnya dengan menggunakan management
tools untuk Human Resources Development, yaitu: Performance Management,
Team Building, Leadership, Supervisory Management, dan sebagainya,
atau secara lebih fokus Anda dapat menerapkan Change Management
sehingga para karyawan mampu mengadaptasi perubahan lingkungan eksternal
untuk mencapai tujuan internal baru. (IS)
|